Niatnya Miya Sriwiinarti sedang berfoto di jalan menuju. Air Terjun Tibumana, dan SUsut, Bangli, batal. Mustababnya, seorang pria yang tak di kenak ini mendatangi turis domestik itu dan meminta uang sebesar Rp 200 ribu. Dan kreator konten itu kemudian menceritakan pemalakan tersebut melalui media sosialnya dan video tersebut menjadi viral. Miya dan suaminya berangkat dari Nusa Dua, Badung, dan sudah tiba di tempat barfoto sekitar pukul 06.30 Wib. Hari senin dan pria ini sengaja ingin berfoto di jalan menuju Air Terjun TIbumana bukan untuk pemotretan profesional.
Miya sangat terkejut saat seorang pria tak di kenak itu datang menghampirinya lalu meminta uang Rp 200 ribu. Apalagi sebelumnya teman Miya juga pernah berfoto di tempat lokasi yang sama untuk konten media sosialnya. Dan di situ saya bilang ke bapaknya. Kalau kata temen saya yang pernah fto dan ngonten di sini i tu gratis. Tutur Miya kepada detik Bali, hari senin malam. Pria itu beralasan bahwa jalan desa tersebut merupakan wilayahnya. Dan pria itu juga sangat keberatan saat jika jalan di desa itu disebut jalan umum.
Turis Ini Di Palak Rp 200 Ribu di Tempat Wisata
Miya pun tak sempat minta tolong maupun bertanya ke warna sekitar atas melakukan pemerasan tersebut. Dan pasangan itu pergi bergegas dan meninggalkan tempat lokasi tersebut karena takut mengalami keributan. Bapaknya bilang warga sana dan yang punya daerah situ, jadi saat itu saya sedang berpikir agar cepat pulang saja. Dan Miya menyanyangkannya dengan pemerasan tersebut. Menurut dia jika kawasan tersebut telah dijadikan tempat wisata. Pemerintah daerah maupun sebagai pengelola wisata seharusnya mendirikan loket yang telah di jaga. Dan menaruh papan dengan informasi agar wisatawan tidak salah paham dan terjadi keributan di tempat wisata tersebut.
Dan Miya pun merasa di permalukan dan tidak adil. Di karenakan sebab saat itu ada seseorang pemandu yang tengah membawa seorang wisatawan asing ini. Dan tetapi tidak dimintai uang oleh pria tersebut. padahal bahwasannya turis luar dan proper banget membawa kamera profesional. Drone, dan lainnya. Namun mungkin karena mereka bisa berbahasa Bali jadi mereka itu pun tidak dimintai uang.
Baca Di sini Sri Mulyani Bayar Utang Pemerintah Sebanyak Rp.135 Triliun